zmedia

Dedi Mulyadi: Lagu Merendahkan Perempuan Bisa Berujung Sanksi Bupati Purwakarta


Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, mendapat sanksi dari Dedi Mulyadi. Peristiwa ini bermula dari sebuah lagu yang ia ciptakan dan dianggap merendahkan wanita. Lagu tersebut berjudul "Lalaki Langi, Lalanang Bejat" yang kemudian menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Setelah lagu itu viral, muncul kritik tajam dari netizen terhadap isi liriknya. Dedi Mulyadi langsung memanggil Om Zein untuk menanyakan apakah lagu tersebut menggambarkan kehidupan pribadinya. Dari pertemuan tersebut, Om Zein mengakui bahwa lagu itu memang mengisahkan pengalamannya saat masih muda dan nakal sebelum menjadi bupati.

“Ceritanya tentang diriku sendiri, waktu mudaku yang nakal sebelum jadi bupati,” ujar Om Zein, seperti dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Selasa (7/7/2026).

Lebih lanjut, Om Zein menjelaskan bahwa lagu tersebut merupakan refleksi dari perjalanan hidupnya sebelum terjun ke dunia politik. Dalam lagu tersebut, ia seolah mengungkapkan rasa syukur karena dilahirkan sebagai laki-laki. Bahkan, ia berandai-andai jika memiliki sifat yang sama seperti perempuan, hidupnya mungkin akan berakhir tragis sejak usia muda.

“Mungkin SMP kelas 3 sudah ke kuburan karena nakal,” katanya.

Dedi Mulyadi memberikan tanggapan atas jawaban Om Zein. Ia menegaskan bahwa pengalaman pribadi yang sensitif sebaiknya tidak disampaikan kepada publik tanpa mempertimbangkan dampaknya. Menurutnya, sebagai bupati, setiap ucapan dan tindakan harus dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Bapak hari ini adalah bupati, maka setiap ucapan dan tindakan seorang bupati akan selalu dipertanggungjawabkan kepada publik,” ucap Dedi Mulyadi.

Selain itu, Om Zein juga mendapat sanksi dari Dedi Mulyadi. Sanksi tersebut berupa tugas untuk merenovasi 10 rumah janda atau ibu tunggal di wilayah Purwakarta. Seluruh biaya perbaikan ini wajib menggunakan dana pribadi sang bupati, tanpa menyentuh anggaran pemerintah.

“Saya memberikan sanksi sosial. Pak Bupati diberikan tugas untuk merenovasi 10 rumah janda tanpa menggunakan APBD di Purwakarta. Itu bagian dari kita memuliakan perempuan,” jelas Dedi Mulyadi.

Tidak hanya itu, Dedi Mulyadi juga meminta Om Zein untuk memfasilitasi lapangan pekerjaan bagi para ibu tunggal tersebut agar mereka bisa memiliki penghasilan yang mandiri dan berkelanjutan.

Di akhir peristiwa ini, Om Zein menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kontroversi yang terjadi. Ia juga menyatakan siap menerima sanksi yang diberikan oleh Dedi Mulyadi.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas itu karena saat itu saya buat tidak menyadarinya. Ketika ini menjadi kontroversi, saya salah dalam pemilihan itu,” ujarnya.

“Ikuti saja sanksi sosial dari Gubernur,” tambahnya.

Posting Komentar untuk "Dedi Mulyadi: Lagu Merendahkan Perempuan Bisa Berujung Sanksi Bupati Purwakarta"