zmedia

PUISI SEMARAK KEMERDEKAAN HUT KE-81 RI_FONDASI TANPA SUARA


 FONDASI TANPA SUARA

Karya: Tuti Alpiyah, S.E., Gr.

(Kepala Sekolah TK. Aisyiyah Bustanul Athfal Gelumbang)


Di sudut kelas berteman cahaya,

jejak-jejak mungil menapak ragu pada tangga dunia.

Di sana jemari kami terulur hangat,

menuntun ketakutan menjadi keberanian,

menyerbuk cita menjadi semangat.

Menjadi guru Taman Kanak-Kanak,

bukanlah ajang pamer teori setinggi awan,

melainkan keberanian merunduk di celah bumi pertiwi,

mengusap air mata rindu rumah,

menanam akar kesantunan sebelum pohon peradaban berdiri kukuh.

Di sini, dari muara tawa dan sabar yang tak bertepi,

pendidikan Indonesia sesungguhnya bermula.

Namun, wahai Ibu Pertiwi yang hari ini genap delapan puluh satu tahun merdeka,

izinkan kami mengusap peluh di balik layar senyuman.

Kami memeluk beban yang tak kalah melangit dari sekolah dasar,

merajut karakter di titik paling rentan,

menjaga tunas bangsa agar tak patah diserap zaman.

Namun di ujung bulan, dompet kami menyusut tipis,

sering kali hanya cukup untuk membungkus asa yang nyaris habis.

Di Hari Kemerdekaan ini, kami tidak hanya meminta belas kasihan,

kami menagih janji kesetaraan dan pengakuan.

Angkatlah kami menjadi abdi negara yang berhak atas kehidupan layak,

agar kami tak lagi bertarung antara panggilan jiwa dan piring yang kosong.

Kamilah fondasi tanpa suara yang tak pernah berhenti memintal masa depan,

memastikan tunas-tunas Indonesia tumbuh tangguh, ceria, dan beradaban!

2 komentar untuk "PUISI SEMARAK KEMERDEKAAN HUT KE-81 RI_FONDASI TANPA SUARA"

  1. Keren sekali dan semangat bunda Tuti...tetap berusaha in syaa Allah harapan nya terkabuk

    BalasHapus